Cara Mengoptimalkan Kinerja Ubuntu
Ubuntu adalah sistem operasi yang ringan dan stabil, tetapi seiring waktu bisa terasa melambat karena aplikasi, service, cache, dan konfigurasi tertentu. Panduan ini memberikan langkah-langkah optimasi yang aman dilakukan oleh pengguna umum tanpa risiko merusak sistem.
1. Bersihkan Cache dan File yang Tidak Diperlukan
APT dan snap sering meninggalkan cache yang besar.
Hapus cache APT:
sudo apt clean
sudo apt autoremove --purge
Hapus cache Snap:
sudo rm -rf /var/cache/snapd/
Hapus thumbnail lama:
rm -rf ~/.cache/thumbnails/*
2. Nonaktifkan Service yang Tidak Diperlukan
Beberapa service berjalan di background meskipun tidak kamu butuhkan. Berikut contoh service yang aman dinonaktifkan jika tidak digunakan, serta cara mengetahui fungsi service tersebut.
Cara Mengetahui Service Itu Untuk Apa
Gunakan salah satu perintah berikut:
1. Lihat deskripsi service:
systemctl status nama-service
2. Lihat file unit service:
systemctl cat nama-service
3. Lihat informasi paket (jika ada):
apt show nama-package
Jika ragu, cari nama service tersebut di internet sebelum disable.
Contoh Service yang Aman Dimatikan
Berikut beberapa contoh yang umum dan aman:
• bluetooth.service – layanan Bluetooth. Matikan jika tidak memakai Bluetooth.
sudo systemctl disable bluetooth --now
• avahi-daemon.service – fitur network discovery (printer otomatis, dsb). Matikan jika tidak butuh.
sudo systemctl disable avahi-daemon --now
• cups.service – layanan printer. Aman dimatikan jika tidak punya printer.
sudo systemctl disable cups --now
Jika sewaktu-waktu ingin mengaktifkan kembali:
sudo systemctl enable nama-service --now
Beberapa service tetap berjalan meski tidak dipakai.
Cek service berjalan:
systemctl list-units --type=service
Nonaktifkan service:
sudo systemctl disable nama-service --now
Catatan: Pastikan service benar-benar tidak penting sebelum menonaktifkannya.
3. Percepat Boot dengan Melihat Service yang Memperlambat
Gunakan systemd-analyze.
Lihat waktu boot:
systemd-analyze
Lihat service yang paling lambat:
systemd-analyze blame
Dari hasil ini, kamu dapat memutuskan service mana yang layak dimatikan.
4. Gunakan Preload untuk Membuat Aplikasi Lebih Cepat Dibuka
Preload bekerja seperti “predictive caching”.
sudo apt install preload -y
Preload akan otomatis berjalan di background.
5. Optimasi dengan Menghapus Snap (Pilih Opsional)
Snap sering dianggap berat karena sandboxing.
Jika ingin menggunakan versi APT saja:
sudo snap remove --purge nama-app
Atau hapus Snap sepenuhnya (opsional):
sudo apt purge snapd
Cocok untuk yang ingin sistem lebih ringan.
6. Gunakan Desktop Environment yang Lebih Ringan
GNOME cukup berat. Kamu bisa mencoba:
- XFCE (Xubuntu)
- LXQt (Lubuntu)
- MATE
Install contoh XFCE:
sudo apt install xfce4 -y
7. Kelola Startup Applications
Aplikasi startup yang terlalu banyak membuat login lama.
GUI:
- Buka Startup Applications
- Matikan aplikasi yang tidak perlu
8. Tingkatkan Performa Virtual Memory (Swappiness)
Ubuntu default: 60 (cukup tinggi)
Turunkan ke 10 agar swap tidak terlalu sering dipakai.
Cek nilai sekarang:
cat /proc/sys/vm/swappiness
Edit pengaturan:
sudo nano /etc/sysctl.conf
Tambahkan di bawah:
vm.swappiness=10
9. Optimasi Laptop: TLP / Power Management
Untuk laptop, install TLP agar baterai lebih irit.
sudo apt install tlp tlp-rdw -y
sudo systemctl enable tlp --now
10. Gunakan Driver yang Tepat (GPU / WiFi)
Driver bawaan kadang tidak maksimal.
Buka:
Software & Updates → Additional Drivers
Pilih driver rekomendasi.
11. Monitor Penggunaan Sistem
Gunakan alat bawaan:
- System Monitor
- htop (lebih lengkap)
Install htop:
sudo apt install htop
Kesimpulan
Dengan langkah-langkah di atas, Ubuntu akan terasa lebih cepat, ringan, dan responsif. Semua optimasi aman dilakukan oleh pemula selama mengikuti instruksi.