Disk Ubuntu Tiba-tiba Penuh: Cara Melacak dan Membersihkan dengan Aman
Masalah disk tiba-tiba penuh di Ubuntu adalah salah satu kasus paling sering terjadi, baik di desktop maupun server. Lebih berbahaya lagi, masalah ini sering muncul tanpa peringatan dan bisa menyebabkan:
- sistem jadi lambat,
- aplikasi gagal berjalan,
- bahkan Ubuntu tidak bisa login.
Artikel ini akan membahas cara melacak penyebab disk penuh dan membersihkannya dengan aman, tanpa merusak sistem.
1. Kenali Gejalanya
Biasanya disk penuh ditandai dengan:
- Notifikasi “Low Disk Space”
- Gagal install/update package
- Error saat login user
- Aplikasi crash tiba-tiba
Langkah pertama: pastikan benar-benar disk penuh.
df -h
Fokus pada partisi / (root). Jika sudah >90%, itu sudah kondisi berbahaya.
2. Cari Folder Terbesar dengan Aman
Jangan langsung hapus file. Lacak dulu sumbernya.
Cek penggunaan disk per direktori
sudo du -h --max-depth=1 /
Biasanya sumber terbesar ada di:
/var/home/opt/usr
Masuk lebih dalam jika perlu:
sudo du -h --max-depth=1 /var
3. Penyebab Paling Umum Disk Penuh di Ubuntu
a. Log yang Membengkak (journalctl)
Ubuntu menggunakan systemd journal untuk logging. Jika tidak dibatasi, ukurannya bisa puluhan GB.
Cek ukuran log:
journalctl --disk-usage
Bersihkan log lama (aman):
sudo journalctl --vacuum-time=7d
Atau batasi berdasarkan ukuran:
sudo journalctl --vacuum-size=500M
b. Cache APT yang Tidak Pernah Dibersihkan
Cache package aman untuk dibersihkan.
sudo apt clean
sudo apt autoremove --purge
Ini tidak akan menghapus aplikasi yang sedang digunakan.
c. Snap Package Menyimpan Versi Lama
Snap menyimpan beberapa versi lama secara otomatis.
Cek snap yang terinstall:
snap list --all
Hapus revision lama:
sudo snap set system refresh.retain=2
Atau manual:
sudo snap remove <nama-snap> --revision <id>
d. File User yang Membengkak
Biasanya di:
~/Downloads~/.cache- file ISO, log aplikasi, atau hasil build
Cek:
du -h --max-depth=1 ~/
Cache user aman dihapus:
rm -rf ~/.cache/*
e. Docker / Container (Jika Ada)
Docker sering jadi silent disk killer.
Cek:
docker system df
Bersihkan resource tidak terpakai:
docker system prune -a
Hati-hati: ini menghapus container/image yang tidak digunakan.
4. Hal yang JANGAN Dilakukan
Jangan hapus sembarangan:
/bin,/lib,/usr/lib/boot(tanpa tahu isinya)/etc
Jangan pakai rm -rf /var/*
Ini bisa membuat sistem tidak bisa boot.
5. Pencegahan Agar Tidak Terulang
Monitoring Paling Gampang (Tanpa Tool Tambahan)
Ini monitoring beneran, tapi tetap super simpel dan aman untuk semua Ubuntu.
a. Script cek disk sederhana
Buat script:
sudo nano /usr/local/bin/disk-check.sh
Isi:
#!/bin/bash
THRESHOLD=80
USAGE=$(df / | awk 'NR==2 {print $5}' | sed 's/%//')
if [ "$USAGE" -ge "$THRESHOLD" ]; then
logger -p user.warning "Disk root sudah ${USAGE}%"
fi
Aktifkan:
sudo chmod +x /usr/local/bin/disk-check.sh
b. Jalankan otomatis tiap 10 menit (cron)
sudo crontab -e
Tambahkan:
*/10 * * * * /usr/local/bin/disk-check.sh
Cara cek hasilnya:
journalctl | grep "Disk root"
Batasi log systemd permanen
Edit:
sudo nano /etc/systemd/journald.conf
Set:
SystemMaxUse=500M
SystemKeepFree=1G
Restart:
sudo systemctl restart systemd-journald
6. Kesimpulan
Disk penuh di Ubuntu hampir selalu bisa diselamatkan jika ditangani dengan benar.
Kunci utamanya:
- jangan panik,
- lacak sumbernya,
- bersihkan yang aman dulu.
Dengan kebiasaan maintenance kecil, masalah ini bisa dicegah sepenuhnya.